Jumat, 20 April 2012

Pengertian Register


Register secara sederhana dapat dikatakan sebagai variasi bahasa berdasarkan penggunaannya. Register atau slang dalam bahasa Inggris merupakan ragam bahasa tidak resmi yang dipakai oleh kaum remaja atau kelompok-kelompok sosial tertentu untuk komunikasi intern sebagai usaha supaya orang-orang kelompok lain tidak mengerti; berupa kosakata yang serba baru dan berubah-ubah menurut Kridalaksana (dalam Purnanto:2002). Variasi pilihan bahasa register tergantung pada konteks situasi, yang meliputi 3 variabel: field (meda), tenor (pelibat) dan mode (sarana) yang bekerja secara simultan untuk membentuk konfigurasi kontekstual atau konfigurasi makna. Sementara itu variasi bahasa pada dialek berdasarkan letak geografis (misalnya di dalam Bahasa Jawa meliputi daerah Jawa Timuran, pesisiran, Surakartan, Yogyakartan, dan Banyumasan), sastra sosial (misalnya : struktur hirarkis di dalam sistem kekerabatan, struktur hirarkis status sosial, struktur hirarkis profesi). 
Purnanto, Dwi. 2002. Register Pialang Kendaraan Bermotor. Muhammadiyah University Press. Surakarta.

Hakikat Apresiasi Sastra



Istilah apresiasi berasal dari bahasa inggris "apresiation" yang berarti penghargaan, penilaian. Bentuk itu berasal dari kata kerja " ti appreciate" yang berarti menghargai, menilai,mengerti dalam bahasa indonesia menjadi mengapresiasi.Dengan demikian, yang dimaksud dengan apresiasi sastra adalah penghargaan, penilaian, dan pengertian terhadap karya sastra, baik yang berbentuk puisi maupun prosa. Apresiasi sastra adalah kegiatan menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaa

Menurut Panuti Sudjiman, 1984: kata apresiasi puisi berasal dari kata “to appreciate“ yang artinya menilai secara tepat, memahami dan menikmati. Apresiasi sastra ialah kegiatan penghargaan terhadap karya sastra yang didasarkan atas pemahaman. Dalam Kamus Istilah Sastra terdapat pengertian apresiasi sastra yaitu penghargaan atas karya sastra sebagai hasil pengenalan, pemahaman, penafsiran, penghayatan dan peningkatan yang didukung oleh kepekaan batin terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam karya sastra tersebut.

Apresiasi sastra dapat diartikan sebagai pengenalan dan pemahaman yang tepat terhadap nilai sastra yang dapat menimbulkan kegairahan terhadap sastra itu, serta menciptakan kenikmatan yang timbul sebagai akibat semua itu. Dalam mengapresiasi sastra, seseorang akan mengalami sebagian kehidupan yang dialami pengarangnya, yang tertuang dalam karya ciptanya. Hal ini dapat terjadi karena adanya day empati yang memungkinkan pembaca terbawa ke dalam suasana dan gerak hati dalam karya itu. Kemampuan menghayati pengalaman pengarang yang dituliskan dalam karyanya dapat menimbulkan rasa nikmat pada pembaca. Kenikmatan itu timbul karena pembaca (1) merasa mampu memahami pengalaman orang lain; (2) merasa pengalamannya bertambah sehingga dapat menghadapai kehidupan dengan yang lebih baik; (3) merasa kagum akan kemampuan sastrawan dalam memberikan, memadukan, dan memperjelas makna terhadap pengalaman yang diolahnya; dan (4) mampu menemukan nilai-nilai estetik dalam karya itu.

Apresiasi sastra adalah kegiatan menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, pengghargaan, kepekaan, pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.( Effendi, hal : 6).  Apresiasi puisi adalah menyebut rangkaian huruf-huruf yang tertulis dalam sajak, tetapi dasar itu, kita menempatkan diri sebagai pencipta puisi itu.(Aftarudin pesu,1984. Pengantar Apresiasi Puisi).
Apresiasi dapat diartikan usaha pengenalan suatu nilai terhadap nilai yang lebih tinggi. Apresiasi itu merupakan tanggapan seseorang yang sudah matang an sedang berkembang ke arah penghayatan nilai yang lebih tinggi sehingga ia mampu melihat dan mengenal nilai dengan tepat dan menanggapinya dengan hangat dan simpatik. Seseorang yang telah memiliki apresiasi tidak sekedar yakin bahwa sesuatu yang dikehendaki menurut perhitungan akalnya, tetapi menghasratkan sesuatu itu-itu benar-benar berdasarkan jawaban sikap yang penuh kegairahan untuk memilikinya.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita mendengar istilah apresiasi. Barangkali dalam benak kita muncul pertanyaan: apa itu apresiasi? Istilah apresiasi muncul dari kata appreciate (Ing), yang berarti menghargai. Sehingga secara sederhana dapat dikatakan bahwa apresiasi sastra adalah kegiatan untuk menghargai sastra. Namun, dalam perkembangan berikutnya pengertian apresiasi sastra semakin luas. Banyak tokoh mencoba memberikan batasan tentang apresiasi sastra. S. Effendi memberikan batasan bahwa apresiasi sastra adalah kegiatan menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pada cipta sastra tersebut. Sedangkan tokoh lain , Yus Rusyana mendefinisikan apresiasi sastra sebagai pengenalan dan pemahaman yang tepat terhadap nilai karya satra, dan kegairahan serta kenikmatan yang timbul sebagai akibat dari semua itu.
Dua batasan yang dikemukakan oleh dua tokoh di atas pada prinsipnya tidak saling bertentangan, tetapi justru saling melengkapi. Perbedaan yang tampak hanyalah terletak pada penggunaan istilah saja.

Tarigan (1984: 233) mengatakan bahwa apresiasi sastra adalah penafsiran kualitas karya sastra pemberian nilai yang wajar kepadanya berdasarkan pengamatan dan pengalaman yang jelas, sadar serta kritis.

S. Effendi memberikan batasan bahwa apresiasi sastra adalah kegiatan menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh sehingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pada cipta sastra tersebut.  Sedangkan tokoh lain, Yus Rusyana mendefinisikan apresiasi sastra sebagai pengenalan dan pemahaman yang tepat terhadap nilai karya satra, dan kegairahan serta kenikmatan yang timbul sebagai akibat dari semua itu.
Dua batasan yang dikemukakan oleh dua tokoh di atas pada prinsipnya tidak saling bertentangan, tetapi justru saling melengkapi. Perbedaan yang tampak hanyalah terletak pada penggunaan istilah saja. Lepas dari perbedaan istilah yang dipakai oleh dua tokoh tersebut, pada intinya kegiatan apresiasi sastra didasari oleh pengertian bahwa karya sastra itu indah dan bermanfaat (dulce et utile). Dengan kata lain, di dalam karya sastra terkandung nilai-nilai hidup. Untuk itu, apresiasi sastra bertujuan mengasah sikap peka terhadap persoalan hidup, mempertebal nilai moral dan nilai estetis dalam diri . Untuk dapat memahami dan memperoleh nilai-nilai dalam karya sastra, tidak ada cara lain kecuali membaca, bergaul, dan mengakrabi karya sastra itu sendiri.

Istilah apresiasi berasal dari bahasa Latin apreciatio yang berarti mengindahkan atau menghargai. Menurut Gove istilah apresiasi mengandung makna (1) pengenalen melalui perasaan atau kepekaan batin dan (2) pemahaman dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang. Squeire dan Taba berkesimpulan bahwa sebagai suatu proses, apresiasi melibatkan tiga unsur inti, yakni (1) aspek kognitif, (2) aspek emostif, dan (3) aspek evaluatif.
Apresiasi sastra melelui pendekatan parafratis adalah strategi pemahaman kandungan makna dalam suatu cipta sastra dengan jalan mengungkapkan kembali gagasan yang disampaikan pengarang dengan menggunakan kata-kata maupun kalimat yang berbeda dengan kata-kata dan kalimat yang digunakan pengarangnya.
Aminuddin. 1987. Pengantar Apresiasi Karya Sastra, Bandung. Sinar Baru
Apakah apresiasi sastra? Dalam buku Apresiasi Sastra (Adyana Sunanda), Apresiasi sastra akan lebih mudah dipahami daripada sebuah definisi. Artinya kita perlu cara lain untuk memahaminya.
Kita perhatikan lebih dulu bagaimana perilaku anak kecil yang sedang belajar bebicara, yang sedang asyik bercakap dengan boneka, atau sedang sibuk memondarmandirkan mobil-mobilan dengan meniru-nirukan derum suara mobil yang pernah didengarnya. Mengapa? Perilaku anak kecil itu mirip dengan perilaku yang biasanya diperlihatkan cipta sastra (karya sastra): tidak berpura-pura, tetapi sewajarnya; tidak sembunyi-sembunyi, tetapi terus terang; tidak bermuka dua, tetapi jujur; tidak diam, tetapi aktif menciptakan hal-hal yang baru dengan sungguh-sungguh dan penuh fantasi.
Mari kita amati gerak-gerak dan bibirnya ketika ia bicara. Cukup manis, bukan? Dari kemanisan gerak-gerak itulah biasanya terlontar ucapan-ucapan baru, kata-kata baru atau kalimat-kalimat baru, yang tidak biasa keluar dari mulut orang biasa. Semua itu diciptakannya dengan sungguh-sungguh dan tanpa dibuat-buat, sehingga terdengar hidup dan menarik. Kita tidak akan merasa jemu mendengarnya. Sebaliknya kita akan merasa senang.
Kita perhatikan perilaku anak kecil itu dengan bonekanya. Cukup menarik, bukan? Ia menidurkan, membelai, dan mengusap boneka, laksana seorang ibu terhadap anaknya. Ia membujuk atau menanya, seakan boneka itu bisa berbicara. Ia pula yang menjawab, seakan ia boneka itu sendiri. Semua itu dilakukannya dengan sungguh-sungguh, tanpa pura-pura dan penuh fantasi sehingga hidup dan memikat hati pula. Kita akan merasa senang melihat perilaku anak kecil itu.
Bagaimana pula dengan mobil-mobilan itu? Perhatikan baik-baik gerak tangan, mulut, bibir, atau mimik wajahnya. Amatilah tiruan suara mobil yamg terlontar dari mulutnya. Tiruan suara itu kadang-kadang mirip benar dengan suara sesungguhnya. Semua itu dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh fantasi, tanpa berpura-pura, tetapi sewajarnya, sehingga terlihat dan terdengar hidup dan menarik hati.
Jika apa yang dilakukan dan diucapkannya dengan sungguh-sungguh, terus-terang, jujur, wajar, dan penuh fantasi itu sering kita perhatikan dengan kesungguhan penglihatan dan pendengaran, maka kita akan memahami dan mengerti baik-baik perilaku anak kecil itu. Pengertian yang baik inilah yang menyebabkan kita akan dapat menghargai sebaik-baiknya pula perilaku anak kecil itu. Artinya kita menghargainya dengan penuh kesadaran dan perasaan-perasaan yang mulia. Dengan kata lain, kita dapat mengapresiasi perilaku anak kecil itu.
Pengertian apresiasi terhadap cipta sastra mirip benar dengan pengertian apresiasi terhadap perilaku anak kecil itu.  Cipta sastra sajak, cerita, atau drama adalah perwujudan pengalaman-pengalaman sastrawan atau pujangga yang diungkapkan dengan jujur, terus-terang, sungguh-sungguh, dan penuh imajinasi (daya bayang) dengan bahasa yang khas pula. Kejujuran, keterus-terangan, kesungguhan, kekayaan imajinasi, dan bahasa yang khas itulah yang menyebabkan pengalaman-pengalaman yang diungkapkan menjadi hidup dan memikat hati.
Dari penjelasan diatas dapat dirumuskan bahwa Apresiasi Sastra adalah kegiatan menggauli cipta sastra dengan sungguh-sungguh hingga tumbuh pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap cipta sastra.
Dalam Aftarudin Pesu (1984) “Pengantar Apresiasi Puisi”, Apresiasi puisi adalah menyebut rangkaian huruf-huruf yang tertulis dalam sajak, tetapi lebih dari itu kita menempatkan diri sebagai pencipta puisi itu.
Dalam Efendi, Apresiasi Sastra adalah membaca beragam cipta sastra sebanyak-banyaknya, mempelajari teori sastra sebanyak-banyaknya, mempelajari esai dan kritik sastra sebanyak-banyaknya, mempelajari sejarah sastra sebanyak-banyaknya.
Dalam Aminuddin, Apresiasi sastra adalah kegiatan membaca atau menikmati cipta sastra berupa teks maupun performansi secara langsung.
Sunanda, Adyana. 2010. “Bahan Ajar Apresiasi Sastra”. Surakarta
Apresiasi sastra adalah penghargaan, penilaian, dan pengertian terhadap karya sastra, baik yang berbentuk puisi maupun prosa.


Dari beberapa pengertian di atas secara otomatis penulis akan menulis suatu karya sastra sesuai dengan apa yang di pikirkan dan berhubungan dengan keadaan saat ini. Apresiasi sastra tidak hanya pengenalan, penghayatan, penilaian, pemahaman terhadapkarya sastra tetapi agar pembaca berfikir sama dengan penulis kemudian mendukung pesan penulis. Seorang penulis tidak mungkin membuat karya sastra tanpa tujuan dan pesan, Hal ini terbukti dengan adanya penggolongan karya sastra. Contoh
  1. Angkatan 1945, bertujuan meningkatkan patriotism. 
  2. Angkatan 1965 bertujuan memprofokasi, membenci komunis dan seorang presiden yang seolah-olah adalah raja.
  3. Orde baru bertujuan membenci system dwi fungsi ABRI
  4. Modern bertujuan membangkitkan jiwa social, rasa cinta dan menyindir tentang kebodohan-kebodohan masyarakat. 

 Apresiasi Sastra adalah penimbangan, penilaian, pengalaman, pengenalan secara memadahi atau dapat diartikan sebagai menimbang nilai dengan tepat akan suatu mengerti dan menikmatinya. (Harnaby dalam Hadeak, 1989; 44).
Sikap apresiasi adalah bentuk tingkah laku yang didasari kemampuan apresiasi yang subjektif, obyektif. (Apresiasi sastra Gayo murid SMTA Kab. Aceh Tengah Dr. A)
Menurut S. Effendi, Apresiasi Sastra adalah Kegiatan menggauli karya sastra secaras ungguh-sungguh sehingga menumbuhkan pengertian, penghargaan, kepekaan pikiran kritis, dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya sastra
                                            
Apresiasi puisi atau apresiasi sastra pada umumnya merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap karya sastra (puisi). Sebagai penghargaan, maka langkah pertama yang mesti dilakukan adalah pembacaan teks sastra (puisi) itu sendiri. Jika apresiasi dilaku-kan dengan cara pembacaan penggalan-penggalan teks, maka itu bukanlah apresiasi

Tips Mengerjakan Ujian

Ujian tengah semester telah tinggal beberapa hari. Apa yang saja telah Anda persiapkan? Keberhasilan dalam menjawab soal ujian dipengaruhi oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah strategi dalam menghadapi ujian. Berikut 12 tips yang mungkin dapat Anda ikuti:
  1. Sebelum ujian hendaknya sarapan terlebih dahulu agar dalam mengerjakan ujian tidak terlalu lelah.
  2. Malam sebelum ujian hendaknya istirahat yang cukup agar dalam ujian tidak mengantuk sehingga dapat berkonsentrasi.
  3. Datanglah sebelum ujian agar Anda bisa menguasai kondisi dan suasana.
  4. Bawalah perlengakapan tulis secukupnya. Hal ini untuk menjaga Anda tetap berkonsentrasi saat ujian berlangsung.
  5. Tenang dan percaya diri. Ingatkan pada diri kamu jika kamu telah siap untuk mengikuti ujian.
  6. Bersantailah dengan tetap waspada.  Ketika memasuki rungan buatlah dirimu rileks.
  7. Sebelum Anda mulai mengerjakan soal ujian berdoalah terlebih dahulu.
  8. Preview soal-soalmu  terlebih dahulu.
  9. Jawab soal-soal secara strategis. Kerjakan soal yang Anda anggap mudah terlebih dahulu.
  10. Ketika mengerjakan soal pilihan ganda ketahuilah pilihan yang akan dipilih.
  11. Ketika mengerjakan soal esai pikirkan dahulu sebelum menulis jawaban.
  12. Sisihkan waktu untuk mengecek ulang pekerjaan Anda.
Gunakanlah waktu Anda sebaik mungkin. Hal ini telah diperjelas dalam firman Allah SWT dalam Alquran surah Al-Ashr yang artinya “demi masa sungguh manusia dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran” (QS. Al-Ashr 1-3).
Tidak ada kata terlambat sebelum mencoba. Tidak ada kata tidak bisa sebelum berusaha. Selamat belajar!

Kamis, 19 April 2012

Sosialisasi Skripsi Berhasil Membuat Mahasiswa Galau

Jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah (PBSID) menyelenggarakan  sosialisasi skripsi kamis 19 April 2009. Sosialisasi skripsi ditujukan bagi mahasiswa PBSID angkatan 2009 yang kini semester VI. Acara sosialisasi skripsi yang dilaksanakan di gedung C.4 mengalami penundaan sekitar 30 menit akibat ruang C.4 masih dipakai untuk diskusi mahasiswa semester II hingga VI.
Sosialisasi skripsi dihadiri sekitar 250 mahasisawa PBSID semester VI. Peserta yang berada di belakang dalam beberapa waktu belum mampu mengkondisikan diri mereka. Beberapa mahasiswa terlihat mengobrol dengan sesama mahasiswa. Mahasiswa dibuat galau dengan adanya pilihan yang ada di PBSID  antara bahasa atau sastra. Kegalauan bertambah dengan harus memilih pembimbing skripsi.
Acara sosialisasi dibuka langsung oleh Bapak Drs. Agus Budi Wahyudi, M.Hum. selaku Kaprogdi PBSID FKIP UMS. Kaprogdi mengungkapkan adanya undangan atau edaran tertulis bagi mahasiswa untuk mengikuti sosialisasi skripsi yang telah dijadwalkan jurusan. Kaprogdi juga memberikan gambaran mengenai beberapa hal pada acara sosialisasi skripsi yang perlu diperhatikan mahasiswa diantaranya:
  1.  Meyakinkan menerima formulir yang gunanya untuk mengajukan pembimbing skripsi.
  2.  Mahasiswa harus mempunyai pilihan jangan sampai di tengah mengganti pembimbing.
  3. Tanggal 19 Mei 2012 merupakan batas akhir pengumpulan formulir ke sekretaris jurusan (Sekjur).
  4.  Mahasiswa membaca kembali literatur tentang penelitian.
Ada tahapan yang harus dilalui mahasiswa dalam menyusun skripsi yaitu membuat proposal penelitian, menyusun laporan skripsi, membuat artikel untuk jurnal berdasarkan keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran bernomor 152/E/T/2012 terkait publikasi karya ilmiah. Surat tertanggal 27 Januari 2012 ini ditujukan kepada Rektor/Ketua/Direktur PTN dan PTS seluruh Indonesia.
Selain memberikan gambaran mengenai skripsi Kaprogdi juga memberikan arahan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri secara baik, membaca jurnal, memilki contoh jurnal, dan mengetahui format jurnal. Hal yang menjadi kendala mahasiswa PBSID dalam penyususnan skripsi adalah kurangnya penerapan tentang ilmu yang telah dipelajari mengenai linguistik dan sastra. Kaprogdi berpesan pada mahasiswa jangan sampai mahasiswa dimanfaatkan oleh orang-orang yang di luar ini yang menawarkan jasa. Kaprogdi menekankan dosen pembimbing akan membimbing mahasiswa hingga selesai. Konsultasi dengan pembimbing didasarkan atas saling percaya dan saling memahami.
Drs. Zainal Arifin selaku sekjur dalam sambutannya memberikan gambaran mengenai cara pengisian formulir yang telah diberikan kepada mahasiswa. Untuk mencairkan suasana sekjur memberikan sedikit guyonan pengumpulan formulir hingga batas akhir diserahkan kepada “Aku”. Keterlambatan pengumpulan formulir tidak akan diproses. Sekjur memberi pesan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan topik, pustaka dan sumber penelitian.
Pada sesi selanjutnya Bapak Dr. Yakub Nasucha, M.Hum memberikan pengarahan kepada mahasiswa. Pada awal membuka dengan ucapan selamat atas kesehatan Anda! Secara teknis formulir dapat difotokopi sebagai usaha menjaga formulir jika masih bimbang tentang pilihannya sehingga menghindari coretan dan rusak akibat hal lain. Anda sebagai mahasiswa telah memilih dua pembimbing yang nantinya salah satu akan menjadi pembimbing Anda. Tentukan hal yang mudah. Suka bahasa atau sastra. Atau dapat memilih dosennya. Jika masih bingung lakukan salat istikharah.
Antusiasme mahasiswa dalam mengikuti acara sosialisasi skripsi luar biasa. Muncul banyak pertanyaan dari mahasiswa yang diutarakan oleh Lutfi, Arum, Asti, Edi, dan Alyn. Fokus pertanyaan pada tujuan sosialisasi lebih awal, jurnal ilmiah, konsultasi, kompensasi, dan pembiayaan. Semua pertanyaan dari mahasiswa dapat terjawab dengan penjelasan yang diberikan pihak dosen. Dosen menambahkan mahasiswa dapat mempelajari buku pedoman skripsi yang telah tersedia di koperasi kampus. (Lutfi)

Serius: Mahasiswa terlihat serius memperhatikan pengarahan dari dosen. (foto kiri)
Bertanya: Salah seorang mahasiswa bertanya mengenai persoalan tentang jurnal. (foto kanan)















 






Rabu, 18 April 2012

Definisi Psikolinguistik

1. Soeparno (2002:23) mendefinisikan psikolinguistik sebagai subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor kejiwaan si penutur dan lawan tuturnya.
2. Aitchson (Djardjowidjojo, 2003:7) mendefisikan psikolinguistik sebagai suatu studi tentang bahasa dan minda.
3. Harley (dalam Djardjowidjojo, 2003:7) menyebut psikolinguistik sebagai “suatu studi tentang proses-proses mental dalam pemakaian bahasa”.
Clark dan Clark (dalam Djardjowidjojo, 2003:7) menyatakan bahwa psikologi bahasa berekaitan dengan tiga hal utama: komprehensi, produksi, dan pemerolehan bahasa.
4. Robert Lado (dalam Tarigan, 1984:3) mengatakan bahwa “psikolinguistik adalah pendekatan gabungan melalui psikologi dan linguistik bagi telaah atau studi pengetahuan bahasa, bahasa dalam pemakaian, perubahan bahasa, dan hal-hal yang ada kaitannya dengan itu yang tidak begitu mudah dicapai atau didekati
5. Emmon Bach (dalam Tarigan, 1984:3) mengatakan bahwa psikolinguistik adalah suatu ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya para pembicara/ pemakai sesuatu  bahasa membentuk/ membangun atau mengerti kalimat-kalimat bahasa tersebut.
6. Ronald W. Langacher (dalam Tarigan, 1984:3) mengatakan psikolinguistik adalah studi atau telaah mengenai behavior atau perilaku linguistik yaitu performasi atau perbuatan dan perlengkapan atau aparat psikologis yang bertanggungjawab atasnya.
7. John Lions (Tarigan, 1984:3) berpendapat bahwa psikolinguistik adalah telaah mengenai produksi (sintesis) dan rekognisi (analisis).
8. Lila R. Gleitman (dalam Tarigan,1984:3) mengemukakan bahwa psikolinguistik adalah telaah mengenai perkembangan bahasa pada anak-anak suatu introduksi teori linguistik ke dalam masalah-masalah psikologis.
9. Hartley (dalam Pateda, 1990: 11) mengatakan bahwa psikolinguisttik membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memores dan menghasilkan ujaran-ujaran dan dalam akuisisi bahasa.
10. Osgood dan Sebeok (dalam Pateda, 1990:11) mengatakan psikolinguistik secara langsung berhubungan dengan proses mengkode dan mengerti kode seperi pesan yang disampaikan oleh orang yang berkomunikasi.
11. Psikolinguistik (psycholinguistics) adalah ilmu yang mempelajari antara bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia; ilmu interdisipliner linguistik dengan psikologi (Kridalaksana, 1993: 182).

Referensi:
Dardjowidjojo, Soenjono. 2003. Psikolinguistik: Pengantar pemakaian Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Kridalaksana, Harimurti. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Pateda, Mansoer. 1990. Aspek-aspek Psikolinguistik. Yogyakarta: Nusa Indah.
Soeparno. 2002. Dasar-dasar Linguistik. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.



  

Dialog Sebagai Awal Mewujudkan Aspirasi


BEM FKIP menyelenggarakan Dialog Fakultas (Digfak) pada hari senin 18 April 2012 di gedung C.4. Acara ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu yang berkembang di lingkungan FKIP. Digfak mengangkat tema "Dialog Fakultas Mewujudkan Mahasiswa yang Aspiratif dalam Menciptakan Fakultas yang Berkualitas". 

Digfak dimulai pukul 08.00 WIB yang dipandu oleh Attin. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan pembacaan tilawah oleh Eko Cahyono. Lutfi Budi Handoyo selaku ketua panitia pelaksana Digfak mengungkapkan "Adanya dialog fakultas sebagai langkah awal dalam merealisasikan aspirasi mahasiswa dengan bentuk kerjasama antara mahasiswa dan pihak dekanat FKIP."

Senada dengan  ketua panitia pelaksana ketua BEM FKIP Isna Muhammad Fatoni menambahkan Digfak sebagai langkah awal menampung aspirasi mahasiswa FKIP yang nantinya akan ditindaklanjuti. BEM FKIP bertindak sebagai mediator mahasiswa untuk menyuarakan aspirasinya.Agung Cahyono selaku Kabid IV BEM FKIP pada acara ini selaku moderator memberikan gambaran mengenai aspirasi yang dapat disampaikan langsung melalui kegiatan dialog terbuka maupun yang ditulis mahasiswa untuk kemudian ditindaklanjuti ke pihak dekanat.

Drs. Sofyan Anief, M.Si. Dekan FKIP UMS dalam sambutannya mengatakan "Sebagai masyarakat kampus hendaknya seluruh mahasiswa mengetahui akan visi dan misi dari FKIP itu sendiri sehingga nantinya mampu menciptakan guru profesional." Dekan menegaskan perlu adanya bentuk kerjasama antara mahasiswa dan dekanat yang dimediatori oleh BEM FKIP. 

Setelah menyampaikan sambutan Dekan meminta ijin untuk meninggalkan acara karena harus menghadiri suatu peresmian di luar kampus. Digfak berlangsung dengan narasumber Drs. Yakub Nasucha, M.Hum. selaku Wakil Dekan (WD) III FKIP. Digfak berlangsung secara interaktif dengan munculnya banyak pertanyaan dari pihak mahasiswa. Mahasiswa menekankan pada beberapa permasalahan di antaranya microteaching, pembagian kelas, sistem KRS, BAA, LC, IT dan penarikan biaya irasional.

Meski acara ditandai dengan walkout mahasiswa yang merasa kecewa atas tindak lanjut dari kesepakatan yang dibuat setiap tahunnya, Digfak dapat berjalan dengan suasana kekeluargaan. BEM FKIP selaku panitia pelaksana menjadikan pengalaman tersebut sebagai koreksi bersama dengan harapan ke depannya dapat melakukan inovasi dalam pelaksanaan teknis dialog yang sesuai harapan bersama. Dekan III menambahkan untuk dialog yang akan datang dapat diwujudkan dengan perubahan penentuan waktu melalui kesepakatan dari dekanat dan pihak-pihak yang bersangkutan agar semua permasalahan mahasiswa dapat terjawab oleh pihak yang membidanginya.  



Peserta: Mahasiswa dengan antusias dan serius mengikuti digfak

Profil

Chelsea F.C. (Chelsea Football Club), juga dikenal sebagai The Blues atau sebelumnya sebagai The Pensioners (London F.C.), adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermain di Liga Utama Inggris dan bermarkas di kota London. Klub ini didirikan oleh H.A. Mears pada tahun 1905, dan memiliki lapangan sendiri yang dapat menampung sekitar 42.360 penonton, bertempat di Fulham, London Barat.

Chelsea sudah menghabiskan banyak sejarah dalam dunia sepak bola Inggris, dan mengalami kesuksesan sebanyak dua periode, sepanjang tahun 1960-an dan awal 1970-an, kemudian pada akhir 1990-an hingga saat ini. Chelsea telah memenangi empat gelar Liga Utama Inggris (1954-55, 2004-05, 2005-06, 2009-2010), enamPiala FA (1970, 1997, 2000, 2007, 2009, 2010), empat Piala Liga (1965, 1998, 2005, 2007), dan dua Piala Winners (1971, 1998).

Manajer pertama adalah John Roberson (1905-1906). Chelsea menjuarai Liga Utama Inggris (Premiership) pada tahun 1955 pada masa jabatan Ted Drake sebagai manajer.

Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer Jose Mourinho (2004 - 2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik milyader minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich.

Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Selanjutnya di tahun 2006, Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Utama Inggris. Dan pada tahun 2007, Chelsea juga kembali berhasil menjuarai Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Tapi karena beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008 ditambah dengan ketidak sesuaian dengan sang pemilik, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan kemudian digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.

Diawal masa kepelatihan Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu diajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi tersebut dianggap tidak cukup baik sehingga Grant terpaksa dipecat di akhir musim.

Pada akhir bulan Januari 2009 Chelsea menggantikan Avram grant dengan Luiz Felipe Scolari. Pelatih asal Brazil itu juga tidak mampu memberikan prestasi yang memuaskan bagi Roman Abrahamovich. Sehingga pada akhir April 2009 mengalami nasib yang sama dengan Grant. Dan selanjutnya, posisi kosong manajer Chelsea di isi sementara oleh pelatih Timnas Rusia Guus Hiddink, dengan kontrak sampai akhir musim 2008-2009. Pada akhir bulan Mei, Guus Hiddink memberikan kenangan manis pada Chelsea yaitu berupa Piala FA sebelum meninggalkan Chelsea.

Kemudian diawal kompetisi 2009-2010, Chelsea mengontrak pelatih klub besar Italy AC Milan yaitu Carlo Ancelotti mengisi jabatan manejer yang kontraknya akan habis pada akhir musim 2011-2012.

Pada musim 2009 - 2010, Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris (EPL) dan Piala FA (FA Cup), sehingga Chelsea menjadi klub ketujuh yang berhasil mendapat rekor mengawinkan EFL dan FA Cup (double winner). Dalam pertandingan terakhir Liga Utama Inggris (EPL) melawan Wigan Athletics tanggal 9 Mei 2010, Chelsea mempermalukan Wigan dengan skor telak 8 - 0. Selain itu selama musim 2009 - 2010, Chelsea juga mencetak rekor menang mutlak 100% terhadap semua tim empat besar EFL (Manchester United, Liverpool dan Arsenal).

Pada musim kompetisi 2009 - 2010, striker Chelsea, Didier Drogba berhasil mendapatkan Golden Boot dengan meraih 29 gol, 3 gol lebih banyak dibandingkan penyerang Manchester United, Wayne Rooney (26 gol). Persaingan perebutan Golden Boot terasa begitu sengit hingga laga terakhir EFL digelar.



Sponsor

1983-1984: Gulf Air

1986-1987: SIMOD, Bai Lin Tea, Grange Farm

1987-1993: Commodore 64

1993-1994: Amiga

1994-1997: Coors Brewing Company

1997-2001: Autoglass

2001-2005: Emirates

2005-2007: SAMSUNG Mobile

2008-sekarang: Samsung

Pemasok Kostum (Jersey)

1905-1973: buatan klub sendiri

1973-1981: Umbro

1981-1986: Le Coq Sportif

1986-1987: Chelsea Collection

1987-2006: Umbro

2006-sekarang: Adidas

Pemain-pemain terkenal

1900-an: William 'Fatty' Foulke, George 'Gatling Gun' Hilsdon, Robert McRoberts, John Tait Robertson, Ben Warren

1910-an: Jack Harrow, Nils Middelboe, Robert Whittingham

1920-an: Ben Howard Baker, Jack Cock, Tommy Law, Tommy Meehan, GR Mills, Jack Townrow, Bob Turnbull, Andrew Wilson

1930-an: Hughie Gallacher, Sam Weaver, Vic Woodley, George Mills

1940-an: John Harris, Tommy Lawton, Willi Steffen

1950-an: Ken Armstrong,Roy Bentley, Jimmy Greaves

1960-an: Frank Blunstone, Peter Bonetti, Eddie McCreadie, Ken Shellito, Bobby Tambling, Terry Venables

1970-an: Charlie Cooke, Ron Harris, John Hollins, Alan Hudson, Ian Hutchinson, Peter Osgood, Ray Wilkins

1980-an: Paul Canoville, Kerry Dixon, Pat Nevin, Nigel Spackman, David Speedie, Clive Walker

1990-an: Steve Clarke, Roberto Di Matteo, Ruud Gullit, Glenn Hoddle, Mark Hughes, Frank Leboeuf, Graeme Le Saux, Dan Petrescu, Gianluca Vialli, George Weah, Dennis Wise, Ed de Goey, Dimitri Kharine, Tore André Flo, Gianfranco Zola, Gustavo Poyet

2000-an: Marcel Desailly, Eiður Smári Guðjonsen, Jimmy Floyd Hasselbaink, John Terry, Frank Lampard, Carlo Cudicini, Damien Duff, Arjen Robben, Didier Drogba, Petr Čech, Paulo Ferreira, Michael Ballack, Andriy Shevcenko, Deco, Michael Essien, Nicolas Anelka, Ashley Cole


Prestasi

* 4 Liga Utama Inggris (1955, 2005, 2006, 2010)
* 2 Divisi Championship (1984, 1989)
* 6 Piala FA (1970, 1997, 2000, 2007, 2009, 2010)
* 4 Piala Liga (1965, 1998, 2005, 2007)
* 4 Community Shield (1955, 2000, 2005, 2009)
* 2 Piala Winners (1971, 1998)
* 1 Piala Super Eropa (1998)

Pengurus Klub

* Pemilik: Roman Abramovich
* Presiden Direktur: Roman Abramovich

Chelsea Limited

* Chairman: Bruce Buck
* Direktur: Eugene Tenenbaum
* Pimpinan Eksekutif: Ron Gourlay
* Direktur Keuangan dan Operasional: Chris Alexander
* Direktur / Sekretaris Klub: David Barnard
* Sekretaris Perusahaan: Alan Shaw

Klub sepak bola Chelsea

* Presiden Direktur: Bruce Buck
* Direktur: Eugene Tenenbaum, Ron Gourlay, David Barnard, Mike Forde, Frank Arnesen

Staf kepelatihan dan medis

* Manajer: Carlo Ancelotti
* Asisten Manajer: Ray Wilkins,Bruno Demichelis,Paul Clement
* Pelatih Kiper: Christophe Lollichon
* Pelatih Kebugaran: Glen Driscoll
* Pelatih Fisik: Giovanni Mauri
* Manajer Tim Cadangan: Steve Holland
* Manajer Tim Youth: Dermot Drummy
* Pimpinan Pencari Bakat: Michael Emenalo
* Pengamat Pertandingan Pemain Calon: Mick McGiven
* Direktur Akademi: Neil Bath
* Direktur Kesehatan: Bryan English
* Analis Pertandingan: James Melbourne